Saturday, August 05, 2006

Pertemanan

Dalam kehidupan ini sebagai makhluk sosial kita membutuhkan sosialisasi. Berhubungan dengan orang lain, melakukan kontak komunikasi dan lain sebagainya.
Sebuah hal yang normal kita menjalin sebuah kontak dengan orang lain dan merupakan sebuah kebutuhan akan sosialisasi.

Dalam hal kita membina suatu hubungan antara manusia. Bila kita bertemu dengan orang baru, dan mulai mengenalnya, kita dapat menyebutnya sebagai kenalan.
Karena kita mulai mengenalnya. Kita mulai mengenal siapa namanya, dimana rumahnya dan masih banyak hal baru tentang dia yang kita ketahui.

Setelah berkenalan, dan kemudian bermain bersama, menjalin silaturahmi, dan semakin akrab, status kenalan itu akan berubah. Sekarang dia menjadi seorang teman.

Nah kategori teman pun bisa bermacam-macam.
Karena tidak setiap kenalan dapat dengan mudah menjadi teman, karena faktor seleksi alam. Dan Faktor seleksi alam pun mempengaruhi kita untuk menetapkan apakah teman yang telah lulus dari satu tahap seleksi alam perkenalan bisa menjadi teman biasa atau teman yang baik.

Seleksi alam yang terjadi dalam dunia pertemanan tidak berdasarkan sebuah teori yang rumit-rumit. Tetapi nature, berdasarkan sebuah kenyataan dan perasaan.

Dengan semakin seringnya kita bersosialisasi dengan beranekaragam tipe2 manusia, kita akan bisa merasakan bagaimana karakter manusia itu. Bukan peramal, bukan ahli nujum ...hehehe...tetapi feeling dan perasaan diri akan menentukan dan membantu untuk melakukan seleksi alam.
Dengan banyak kontak dengan segala jenis tipe-tipe dan karakter dari manusia, kita akan bisa merasakan bagaimana diri kita meresponnya. Itu berjalan dengan alamiah.

Bila teman itu ternyata cocok, berpola pikir yang sama, mungkin akan berjalan terus menjadi sebuah pertemanan yang baik.
Bila teman itu ternyata tidak cocok, mungkin pertemanan ini hanya menjadi sebuah pertemanan yang biasa.

Sangat tidak mudah memang mendapatkan seorang teman yang baik. Tetapi dengan melakukan banyak sosialisasi kita akan terbantu untuk mempelajari beraneka ragam individu yang ada. Dan diri kita sendiri yang akan tahu dan menyeleksi apakah ini sebuah teman yg baik atau tidak.

Hmm...banyak terjadi seseorang setelah berkenalan menjadi teman, akrab tetapi akhirnya malah menjadi musuh... Sebuah pertemanan yang tidak indah.

Agak sulit mempunyai teman yang bisa diajak bersusah payah , atau membantu disaat kita dalam kesulitan.
Tetapi justru sebaliknya, banyak dan mudah mendapatkan teman yang bisa diajak untuk bersenang-senang.

Dalam pertemanan pun kita tidak bisa menuntut seorang teman menjadi seorang teman yang baik, karena individu itu sudah mempunyai karakter masing2, dan tinggal kita sendiri melakukan seleksi alam. Dalam seleksi alam ini kita harus lihai dan cerdas untuk menetapkan pilihan, jangan sampai silaturahmi menjadi putus karena kurang cermatnya kita bertindak.