Bermain dan Bermain Lagi..
Bagi anak-anak bermain adalah sebuah kegiatan penting yang membantu proses pertumbuhannya. Menurut para ahli dari hasil sebuah penelitian, ditemukan adanya pertumbuhan otak selama bermain.
Namun demikian, banyak orang tua yang menganggap bermain adalah kegiatan yang membuang waktu dengan percuma saja. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan menjadi anak yang malas bekerja, malas belajar, tidak kreatif dan bodoh.
Banyak orang tua yang berpikir bahwa waktu bermain anak lebih baik diganti dengan waktu untuk belajar menulis, membaca berhitung yang benar-benar serius untuk masa depan anak daripada hanya bermain-main dengan boneka atau bermain ayunan di taman bermain yang ada. Bahkan di perkotaan tidak sedikit orang tua yang sibuk mencari tempat kursus-kursus pelajaran tambahan anak untuk bisa membaca, menulis dan berhitung disaat anak masih batita.
Orang tua jaman sekarang sibuk membesarkan anak untuk memasuki dunia persaingan yang semakin ketat, dimana kemampuan dan kesuksesan seringkali dianggap hanya dimiliki oleh mereka yang mempunyai intelektualitas yang tinggi, akhirnya banyak orang tua yang lupa akan manfaat besar dari bermain bagi anak-anaknya.
Beberapa manfaat dari bermain:
1. Belajar menganalisa
Anak bermain membuat menara dari balok-balok kayu, kemudian setelah menara itu berdiri, anak mengambil satu buah balok yang ada di bawah. Menara menjadi goyang dan akhirnya runtuh. Dia coba lagi dan coba lagi. Lama kelamaan anak menyadari bahwa dengan diambilnya salah satu balok dari bawah membuat menara itu menjadi tidak kuat lagi. Dengan bermain, anak-anak bisa meneliti, mencoba sebab akibat.
2. Membangun keterampilan sosial
Sebelum anak mulai bermain dengan teman-teman sebayanya, biasanya dirumah anak-anak mempunyai teman main yang setia seperti boneka, mobil-mobilan dan lain sebagainya. Dengan boneka dan mobil-mobilannya anak-anak mulai belajar berinteraksi antara dirinya dan alat-alat permainan yang ada, yang tidak bisa bergerak sendirinya tanpa bantuan gerakan dari sang anak.
Lambat laun anak akan berinteraksi dengan teman sebayanya. Anak akan belajar bahwa ternyata teman sebayanya dapat bergerak sendiri dan tidak tinggal diam seperti boneka atau mobil-mobilan mereka. Akhirnya anak belajar bagaimana harus membagi, menunggu giliran, menghormati orang lain.
3. Mengolah perasaannya
Anak dalam kesehariannya menghadapi berbagai perasaan, seperti gembira, perasaan marah, takut, sedih dan cemas. Dengan bermain anak dapat belajar bagaimana dia bisa mengelola perasaan yang ada di hatinya. Berbagai perasaan-perasaan yang dirasakan anak dapat dikelola dengan baik melalui permainan.
Misalnya seorang anak takut ke dokter, dengan bermain dokter-dokteran dia belajar untuk mengolah rasa ketakutannya. Dan dia bisa berperan menjadi seorang dokter dan membuka praktek dokter untuk teman atau boneka-bonekanya yang pura-pura sakit. Anak belajar bagaimana menghadapi ketakutannya ke dokter dan mengolah perasaannya itu.
4. Kemampuan bahasa
Selama bermain seorang anak akan banyak menggunakan sejumlah kata-kata, dan sebagian besar kata-kata tersebut banyak yang diulang dalam masa bermainnya. Dengan pengulangan yang sering dilakukan dalam bermain membantu anak untuk mempercepat perkembangan bahasanya.
Seperti ayo kamu meloncat, aku berayun, mari meluncur, memanjat tangga. Ini punyaku, itu punya kamu, aku harus naik, kemudian turun, ke atas, ke bawah dan masih banyak lagi kosakata lainnya yang sering diulang disaat anak bermain.
5. Merangsang kreativitas
Masa anak-anak adalah masa yang penuh dengan imajinasi yang unik, dengan bermain akan membantu anak untuk mengembangkan imajinasinya dan anak akhirnya menjadi kreatif.
Membangun sebuah menara di kotak pasir dengan bentengnya yang tinggi disertai bendera di atasnya, membangun sebuah perumahan dari kotak-kotak bekas, bermain masak-masakan. Semua ini mengembangkan kreativitas dan daya khayal anak-anak.
6. Melatih dan mengembangkan kemampuan motorik
Anak-anak senang bermain dengan aktif terkadang orang tua sampai kewalahan mengikuti gerakan anak-anak yang lincah itu. Gerakan-gerakan dalam bermain seperti berlari, memanjat, melompat, melempar, menangkap, mendorong adalah gerakan yang melatih dan membangun kemampuan motorik anak.
Bermain dengan menggunakan tangan dan jari, koordinasi mata dan tangan seperti permainan membangun sebuah menara dari balok-balok kayu, mencoret-coret kertas dengan crayon ataupun pencil adalah salah satu cara melatih koordinasi dan kemampuan motorik halus anak.
Dengan terbiasa melatih melakukan gerakan dari tubuhnya, sang anak akan terlatih bagaimana mengatur koordinasi dalam badannya.
Bagi seorang anak, tidak ada waktu yang lebih mengasyikan daripada bermain dan bermain lagi. Bermain adalah kegiatan yang memuaskan anak-anak, menyenangkan dan membantu pertumbuhan mereka.
Dengan menghabiskan waktu bermain dimasa kanak-kanaknya adalah penggunaan waktu yang baik bagi mereka, bukanlah membuang waktu dengan sia-sia.
Selagi kecil biarkanlah anak-anak untuk menikmati masa bermainnya tinggal kita orang tua yang mengatur bagaimana bermain yang tepat bagi anak. Biarkanlah anak-anak bermain, bermain lagi dan bermain lagi.... (Nieza Graha)
Munich Feb 2007
Nieza Graha

0 Comments:
Post a Comment
<< Home