Bahasa Ibu
Setiap pulang kampung ke Indonesia, ada saja teman, saudara ataupun tetangga yang selalu bertanya kepadaku atau berkomentar:,''....Anak-anaknya bisa berbahasa Indonesia tidak?...''.
''...Bahasa Indonesia anak-anaknya masih lancar ya.....''. atau ''...e...kirain gak bisa bahasa Indonesia, ternyata lancar ya....''
Aku kadang tersenyum sendiri ketika ada orang yang berkomentar atau kembali menanyakan hal tersebut di atas kepadaku.
Tidak sedikit memang yang menanyakan hal itu kepadaku, bukan hanya teman-teman yang tinggal di Indonesia saja, beberapa teman yang tinggal di negara lain dan juga beberapa teman orang asing, ataupun lokal di sekitar tempat tinggal kami pun ada pula yang menanyakan hal tersebut.
Saya memaklumi orang-orang bertanya demikian, karena memang sering terjadi pasangan yang berasal dari satu negara, kemudian tinggal di negara lain dalam jangka waktu yang lama lalu bahasa ibu dari negara asal mereka akan hilang, karena lebih dominannya bahasa lokal yang dipakai sehari-hari.
Tidak sedikit pasangan Indonesia yang berada di luar negeri yang saya jumpai mendapati kesulitan karena anaknya tidak bisa berbahasa Indonesia. Anak-anak mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa lokal di negara tempat mereka tinggal dibandingkan menggunakan bahasa ibu mereka.
Ternyata hal itu bukan hanya terjadi pada pasangan Indonesia saja, beberapa pasangan asing lain yang tinggal di sini (Jerman) pun ada yang pernah mengeluh pada saya karena anak-anak mereka sudah tidak bisa lagi berbahasa ibunya.
Banyak ketakutan-ketakutan yang terjadi pada pasangan Indonesia yang baru tinggal di luar negeri, dimana takut anaknya tidak bisa berbahasa lokal kalau tidak dibiasakan bahasa lokal dari rumahnya. Bahasa lokal yang selalu diajarkan dan dipakai di rumah bagi kebanyakan orang tua itu merupakan sarana latihan bagi anaknya untuk menguasai bahasa lokal. Akhirnya bahasa ibu pun terpaksa ditinggalkan demi bahasa lokal yang dianggap lebih penting.
Menurut saya, bahasa ibu dan bahasa lokal itu sama pentingnya.
Anak-anak dapat diajarkan bahasa lokal agar dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Dan Bahasa ibu pun harus diajarkan kepada anak-anak agar mereka dapat juga berkomunikasi dengan baik dengan saudara-saudaranya, nenek, kakek, paman, bibi, dan kerabat lainnya yang tinggal di tanah air, atau kebetulan berkunjung ke tempat kami tinggal di luar negeri ini.
Mempelajari bahasa lokal bagi anak-anak akan lebih mudah, karena lingkungan mereka tinggal selalu berbahasa lokal. Mereka akan lebih cepat dan mudah menangkap bahasa lokal dan mengaplikasikannya. Anak-akan akan lebih cepat pintar berbahasa lokal.
Tidak demikian dengan bahasa ibu, bahasa ibu yang tidak sering dipakai akan cepat hilang karena tidak adanya lingkungan yang mendukung untuk menggunakan bahasa ibu itu.
Disinilah peran penting kita para orang tua untuk mendidik anak dalam berbahasa.
Di dalam keluargalah yang akan sangat menentukan dan mendukung penggunaan bahasa ibu ini pada anak-anak.
Bahasa asing memang bagus dan baik, tetapi bahasa ibu jangan sampai hilang.
Hampir delapan tahun di negeri orang ini, bagi saya bahasa ibu kami adalah bahasa Indonesia, terkadang bahasa Sunda dan bahasa Minang juga dipelajari dan dipakai oleh anak-anak kami di rumah.
Pengalaman, saya selalu berbahasa ibu dengan anak-anak, dan sangat mudah bagi saya dan anak-anak untuk mengungkapkan sesuatu yang rahasia dan tidak mudah diketahui oleh orang lain di lingkungan kami dalam bahasa ibu. Lingkungan kami tidak mengerti bahasa yang kami pakai. Salah satu hal yang menguntungkan bukan?..:-)
Marilah kita jaga bahasa ibu dengan anak-anak kita, agar mereka kelak tetap lancar berbahasa ibu dengan baik. (NzG)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home