Wednesday, July 11, 2007

Dokter Anak





Ketika baru mempunyai anak, saya sempat bertanya kepada teman-teman yang sudah senior tentang dokter anak yang bagus. Beberapa teman senior saya memberikan rekomendasi dokter anak yang menurut mereka bagus. Saya pun sempat mencoba datang ke dokter anak yang direkomendasikan oleh teman-teman saya itu.
Ada yang menurut saya memang bagus, dan ada pula yang cuma ngetop saja tetapi kurang memuaskan.

Setiap orang mempunyai standard yang berbeda untuk menentukan bahwa seorang dokter itu adalah dokter yang bagus. Karena banyak terjadi dokter yang satu bagus menurut seseorang, tetapi menurut orang yang lain dokter tersebut tidak bagus.

Bagi saya pribadi, dokter anak adalah partner bagi saya dalam mengatasi masalah kesehatan anak-anak. Mengapa saya menyebutnya sebagai partner, karena saya merasa perlu bekerja sama dengan dokter tersebut dalam mengobati penyakit yang diderita oleh anak-anak saya. Saya harus mencari partner yang tepat dalam menangani masalah kesehatan anak-anak.

Walau saya tidak sekolah kedokteran saya tidak mau buta soal kesehatan. Sebagai orang tua saya harus mengetahui juga tentang penyakit dan pengobatan yang dilakukan oleh para medis terhadap anak-anak saya. Bukankah keseharian anak-anak itu bersama kita para orang tua, dari situlah kita harus bisa menjadi dokter anak di rumah bagi anak-anak kita.

Untuk menjadi dokter anak di rumah, para orang tua perlu menambah pengetahuannya. Pengetahuan itu dapat diperoleh dari dokter anak yang menangani anak-anak kita selama ini.
Ketika kita mengunjungi dokter anak, kita dapat bertanya tentang permasalahan penyakit yang diderita oleh anak kita, mengapa penyakit itu bisa datang, bagaimana mengatasinya, apa saja obat-obatnya, ada tidaknya efek samping dari obat-obat yang diberikan dan banyak lagi pertanyaan lain yang dapat kita berikan kepada dokter anak.

Kita tidak perlu takut dan malu untuk bertanya kepada dokter anak. Dokter anak yang baik adalah dokter anak yang mau memberikan penjelasan dengan baik kepada para orang tua pasiennya, dokter yang mau berkomunikasi dengan baik. Mau menjelaskan secara sabar dan bekerjasama dengan baik. Bahkan mau pula menerima kritik dari pasiennya dengan baik.

Tidak jarang saya pun sering mendapat informasi tentang pengobatan alternatif, pengobatan tradisional atau pun berbagai tips dalam menghadapi penyakit atau pengobatan terhadap anak-anak yang disarankan oleh dokter anak kami.

Seandainya kita ingin mengetahui lebih mendalam tentang penyakit tertentu, kita dapat pula mencari informasinya di buku-buku, atau media internet yang menyediakan banyak informasi tentang kesehatan.

Dari sinilah para orang tua akhirnya dapat pula menjadi dokter bagi anak-anaknya di rumah.(NzG)

Tulisan dan foto by Nieza.
Foto Azizia dan Khalisha bersama Dr. Rautenstrauch di Munich.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home