Emma...
Emma ini bukanlah nama dari seorang gadis cantik, atau putri mungil yang lucu, melainkan nama dari angin ribut yang datang menyapa kami di wilayah Eropa akhir minggu kemarin. Ramalan akan datangnya angin ribut ini sudah disebarkan kepada masyarakat sejak beberapa hari sebelumnya. Perkiraan kecepatan angin yang datang mencapai 90 km per jam. Kami pun akhirnya memilih untuk tinggal di rumah akhir minggu ini untuk berlindung dari angin ribut yang akan datang menyapa wilayah kami.
Sejak sabtu pagi, ramalan datangnya 'Emma' menjadi kenyataan. Perlahan-lahan gemuruh angin mulai terdengar. Nging...nging....angin yg bertiup dan berputar terdengar semakin jelas. Suara itu terus berlanjut dan semakin keras. Lama kelamaan bunyi yang terdengar pun semakin beragam bukan hanya suara angin yg semakin keras saja, tetapi juga suara dari beberapa krei rumah yang mulai rusak tertiup angin.
Ketika angin sedikit mereda, saya dan suami membuka pintu teras untuk mengemas kursi-kursi teras, serta pot-pot bunga yang berjatuhan. Di luar kami liat banyak kursi, meja, dan juga pot-pot bunga berserakan karena berterbangan, entah dari mana asalnya barang-barang itu.
Ketika kami sibuk membereskan kursi-kursi teras, tak lama kemudian Emma ini kembali datang menyapa kami lagi..wuih.....saya merasa terbawa terbang, terlebih badan saya memang kelas ringan....:-)....dengan kuat saya pegang tiang beton yang ada di teras rumah kami.... Segera kami kembali masuk ke dalam rumah. Angin terus bertiup dengan kencang, dan kami memilih tidak lagi keluar rumah.
Dari berita lokal yang kami ikuti ternyata kecepatan Emma bukan lagi 90 km per jam seperti perkiraan, tetapi mencapai 200 km per jam. Banyak korban berjatuhan ketika Emma datang menyapa wilayah eropa ini...
Menjelang sore hari Emma pun mulai mereda, dan awan hitam pun bergerak. Langit terlihat sedikit lebih cerah. Hujan pun mulai turun, dan diikuti oleh butiran-butiran salju yang menyapa bumi.....
Ketika cuaca sudah terlihat kembali normal dan matahari bersinar dengan cerah, kami pun penasaran untuk melihat sekeliling tempat tinggal kami. Akhirnya kami keluar rumah sambil mengamati keadaan...Banyak kerusakan yang terjadi. Dan yang menakjubkan jalan-jalan dan trotoar di sekitar rumah kami benar-benar bersih.....daun-daun tersapu bersih oleh angin, dan tercuci oleh hujan dan salju....
Betapa kuasanya Allah sang pencipta....
Munich, 1 Maret 2008.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home