<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7997979</atom:id><lastBuildDate>Fri, 27 Nov 2009 12:36:05 +0000</lastBuildDate><title>Stay at home mom</title><description>Menjadi seorang ibu ternyata tidaklah mudah...
Catatan, tulisan dan keseharian seorang ibu.</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (niezagraha)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-6319966127045124125</guid><pubDate>Sat, 17 Jan 2009 00:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-17T01:02:05.485+01:00</atom:updated><title>Fantasi</title><description>Siang itu saya menjemput Khalisha yang masih bersekolah di Taman Kanak-kanak. Dengan wajah gembira dia menyambut kedatangan saya dan mengajak saya segera ke papan galery yang berada di depan kelasnya. ‘’ Mama, lihat pohon Apel yang Khalisha buat, bagus ya …’’, ungkapnya dengan penuh kebanggaan. Saya yang melihat gambar itu sedikit tertegun, dan kemudian sifat perfeksionis saya yang kental pun dengan segera mengomentari hasil karyanya itu. ‘’Bagus sekali nak, tapi kok warna daun pohon Apelnya ungu, dan batangnya berwarna merah muda?. Setiap pohon kan daunnya hijau dan batangnya agak kecoklatan. Coba deh Khalisha lihat di luar sana’’, ungkap saya.&lt;br /&gt;Si bungsu yang baru berumur 4 tahun itu pun dengan wajah polosnya menjawab,’’ Itu kan fantasi Mama, saya boleh mewarnai pohon semau saya karena saya punya fantasi..’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah menjemput Khalisha, kami pun melaju menjemput Azizia sang kakak yang sudah sekolah di kelas 3 SD.  Begitu Azizia masuk mobil, Khalisha ‘mengadu’ ke sang  Kakak. ‘’Kak, masak Mama tidak tahu apa itu fantasi Kak...’’, adunya ke sang Kakak.  ‘’Kenapa memangnya?’’, tanya sang Kakak.  ‘’Iya tadi Khalisha kasih tahu gambar Khalisha pohon apel yang berbuah, daunnya berwarna ungu, serta batangnya berwarna pink, kata Mama kalau daun harus berwarna hijau. Kan bisa daun pohon apel warnanya ungu ya Kak...’’ , kembali si bungsu mengadu ke Kakaknya.&lt;br /&gt;‘’Memang iya begitu Ma?, tanya si Sulung sambil menoleh ke saya menuntut penjelasan. ’’Iya nak, betul kan kalau menggambar daun harus berwarna hijau, lihat deh pohon apel di pinggir-pinggir jalan itu, pasti daunnya berwarna hijau’’, jawab saya dengan penuh percaya diri.&lt;br /&gt;‘’Ma, kalau gambar kan tidak harus selalu sama. Kalau harus sama terus membosankan Ma’’, sanggah Azizia mendukung pendapat adiknya.  ‘’Lihat deh Mama gambar-gambar Otmar Alt, Kandinsky, Paul Klee penuh fantasi dan tidak membosankan’’, jelas sulungku yang memang sangat antusias sekali terhadap dunia seni lukis. ‘’Kakak juga senang gambar fantasi, kuda yang ada sayapnya berwarna biru dan bisa terbang, ikan Delfine yang ada mahkotanya dan pakai lipstik merah tebal, wah... asyik sekali gambar kita tidak ada yang samain....’’, ungkap sang kakak dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantasi, sebuah kata yang hari itu menjadi tema dalam percakapan saya dengan anak-anak, membuat saya pun termenung dan berpikir. Tanpa kita sadari terkadang dunia anak-anak yang penuh fantasi sering diganggu oleh perfeksionisme kita para orangtua.  Ketika anak-anak menggambar corat-coret yang sesuai dengan imajinasinya banyak orang tua yang memprotesnya, bahkan tidak sedikit orangtua yang mengomentari dengan kata-kata yang cukup pedas..’’Gambarnya seperti benang kusut...apa artinya tuh?; Kok rumahnya besar pintunya kecil sekali seperti lubang tikus, itu tidak bagus!; Masak sepeda ada sayap?...ada-ada saja; Dan masih banyak lagi komentar-komentar orangtua yang sering membuat anak menjadi berkecil hati, merasa bersalah atas fantasi yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tua melihat dunia ini dengan persepsi yang dimilikinya saja, dan repotnya, kita sebagai orang tua sering merasa bahwa persepsi kitalah yang paling benar. Ketika orang tua melihat hasil karya anak, tidak sedikit orang tua yang memandang dengan  persepsi orang dewasa, akibatnya bukan mendukung fantasi anak kita malahmencela. Padahal fantasi ini memberi warna-warni tersendiri dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantasi dalam dunia anak-anak adalah sebuah proses belajar dan pengembangan otak mereka untuk berimajinasi dan berkreasi; mengeluarkan berbagai ide yang ada di kepalanya. Dapat dibayangkan bagaimana dulu Orville Wright dan saudaranya Wilbur Wright berfantasi untuk bisa terbang dan akhirnya bisa menciptakan pesawat terbang, Rudolf Diesel berfantasi dengan mesin yang akhirnya bisa menjadi penemu Diesel, dan masih banyak fantasi hebat lainnya yang ternyata membuahkan berbagai gagasan cemerlang , gagasan yang mempermudah hidup kita di zaman modern. &lt;br /&gt;Bayangkan jika semua harus sesuai dengan aturan dan orang dilarang keras untuk berfantasi. Apa jadinya dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika kita sedikit saja mencoba melihat karya anak dari kacamata mereka, kita akan hanyut dalam sebuah dunia indah tidak terbatas. Kombinasi warna hasil corat-coret anak ternyata mempunyai daya pikat tersendiri. Lihat saja karya-karya Affandi, sang Maestro yang berhasil mempesona dunia dengan goresan abstraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil karya sederhana anak menggambarkan betapa beningnya dunia mereka. Pikiran si kecil penuh dengan ide-ide segar yang mungkin luput dari pemikiran orang dewasa. Belum lagi permainan yang sarat imajinasi. Ada-ada saja akal mereka. Boneka beruang kesayangannya bisa menjadi murid yang patuh, sementara si kecil berperan sebagai seorang guru. Atau boneka itu menjadi pasien yang batuk pilek, selagi anak membayangkan dirinya  menjadi seorang dokter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sofa di ruang tengah dapat menjadi kapal pesiar mereka, keranjang pakaian di dalam kamar dapat menjadi kotak harta karun mereka, kolong dibawah tempat tidur dapat menjadi gua persembunyian mereka berpetualang, panci di dapur dapat menjadi alat musik favorit mereka. Begitu luasnya mereka menjelajah, seakan keempat dinding rumah yang kokoh pun tidak mampu membatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia anak memang tidak pernah sepi dengan fantasi. Dengan berfantasi anak melatih daya pikir. Dan ketika mereka melakukan sesuatu yang berbed, itulah yang disebut kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru sadar, apa yang dilakukan Khalisha, mengganti warna daun dengan warna ungu, adalah sebuah bentuk kreativitas. Inilah buah dari fantasinya.&lt;br /&gt;Saya jadi malu. Ah..saya rasa tiba saatnya saya sebagai orangtua belajar untuk memahami sekaligus menghargai fantasi anak. Mengapa pula saya harus menuntut kesempurnaan dari mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich, Sept. 2008&lt;br /&gt;Chairinniza K. Graha&lt;br /&gt;Penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dimuat di Majalah Parenting Indonesia &lt;br /&gt;Edisi Januari 2009.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-6319966127045124125?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2009/01/fantasi.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-6202785979043924940</guid><pubDate>Thu, 25 Dec 2008 21:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-25T23:15:43.860+01:00</atom:updated><title>Berganti Tahun Kembali...</title><description>Sebentar lagi tahun berganti, tidak terasa waktu berlalu dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil yang dulu selalu ditimang sekarang sudah tidak lagi mau di timang...&lt;br /&gt;Para ibu yang dulu mengeluh karena anaknya selalu merengek, sangat tergantung pada ibunya dan merasa tidak ada waktu untuk dirinya sendiri, kini berubah pula...&lt;br /&gt;merasa kesepian, anak-anak semakin besar dan merindukan masa-masa menimang dahulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kehidupan, semua bergerak dan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kehidupan saat ini dengan anak-anak yang masih kecil membuat para ibu sangat sibuk dan merasa tidak bisa bergerak bebas, tidak sedikit para ibu yang mengeluh dan putus asa. Sebuah perasaan yang manusiawi dan wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dengan anak-anak adalah sebuah pelajaran waktu, dimana waktu itu tidak akan berputar mundur kembali. Anak-anak akan terus tumbuh dan berkembang dan tidak menjadi anak kecil terus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ibu akan merasa kehilangan akan masa-masa menimang itu...dan merindukannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini sebuah pelajaran kepada para ibu untuk menikmati setiap waktu yang ada dan juga akan perannya dalam kehidupan dengan anak-anak.&lt;br /&gt;Menikmati masa-masa yang penuh pelajaran bersama anak-anak.&lt;br /&gt;Menikmati pertumbuhan anak.&lt;br /&gt;Menikmati masa-masa yang penuh kegelisahan dan juga penuh keceriaan degan anak-anak.&lt;br /&gt;Menikmati kehidupan ini dengan anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, masa yang akan datang akan terus mendekati dan akhirnya dilewati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran dalam waktu, &lt;br /&gt;untuk memanfaatkan waktu yang ada yang tidak mungkin berputar mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich, Dec 2008 (CnzG)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-6202785979043924940?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/12/berganti-tahun-kembali.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-7901190986494326334</guid><pubDate>Fri, 20 Jun 2008 20:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-20T22:31:05.338+02:00</atom:updated><title>Demam UEFA EURO 2008</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/SFwTZ2Xj7tI/AAAAAAAAAF4/dy9jqN692SI/s1600-h/UEFA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/SFwTZ2Xj7tI/AAAAAAAAAF4/dy9jqN692SI/s320/UEFA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214063803400187602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belakangan berita UEFA EURO 2008 semakin menghangat, babak penyisihan terus berlanjut untuk kemudian ke babak semifinal dan final. Demam UEFA EURO ini sangat terasa sekali di tempat kami, bukan hanya fans dan penggemar bola saja yang heboh, semua lapisan masyarakat ikut berpartisipasi menyemarakkan acara satu ini. Bendera berbagai pendukung negara peserta selalu hilir mudik terlihat di setiap mobil yang berlalu lalang di Munich ini. Tidak sedikit penggemar tim peserta UEFA itu yang menaikan bendera negara timnya di rumah mereka.. Berwarna-warni bendera mudah kami temui saat ini. Supermarket, tukang roti, sampai dengan taman kanak-kanak pun terbawa demam EUFA EURO ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari ada saja celoteh dari Khalisha tentang tim yang akan bertanding. Azizia pun tidak kalah serunya setiap hari menunggu pertandingan itu dimulai. Belum lagi sang ayah yang juga sangat menikmati pertandingan ini.  Menonton bola itu seru sekali! terlebih bila tim yang bermain itu berimbang. Kelincahan pemain mempertahankan bola untuk mencapai gol dan strateginya menyerang atau pun mempertahankan diri sungguh mempesona. Tendangan-tendangan yang berusaha menggolkan ke lawan bertubi-tubi membuat penonton penasaran. Trik-trik dan kecurangan-kecurangan yang terjadi untuk mendapatkan bola membuat kita geregetan. Menonton pertandingan bola itu benar-benar asyik! Saya pun terkena demam sepakbola :-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-7901190986494326334?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/06/demam-uefa-euro-2008.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/SFwTZ2Xj7tI/AAAAAAAAAF4/dy9jqN692SI/s72-c/UEFA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-2651827273757084542</guid><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 16:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-15T18:47:13.689+02:00</atom:updated><title>Wild World</title><description>By: Cat Stevens &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Now that I've lost everything to you&lt;br /&gt;You say you want to start something new&lt;br /&gt;And it's breaking my heart you're leaving, baby I'm grieving&lt;br /&gt;But if you want to leave take good care&lt;br /&gt;Hope you have a lot of nice things to wear&lt;br /&gt;But then a lot of nice things turn bad out there&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref.: Oh, baby, baby it's a wild world&lt;br /&gt;It's hard to get by just upon a smile&lt;br /&gt;Oh, baby, baby it's a wild world&lt;br /&gt;I'll always remember you like a child, girl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. You know I've seen a lot of what the world can do&lt;br /&gt;And it's breaking my heart in two&lt;br /&gt;'Cos I never want to see you sad girl. don't be a bad girl&lt;br /&gt;But if you want to leave take good care&lt;br /&gt;Hope you make a lot of nice friends out there&lt;br /&gt;But just remember there's a lot of bad and beware&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref.: Oh, baby,baby ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. (Instrumental)&lt;br /&gt;(Instrumental)&lt;br /&gt;(Instrumental) , Baby I love you&lt;br /&gt;But if you want to leave take good care&lt;br /&gt;Hope you make a lot of nice friends out there&lt;br /&gt;But just remember there's a lot of bad and beware&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref.: Oh, baby, baby ... (2x)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-2651827273757084542?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/06/wild-world.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-874088675605666102</guid><pubDate>Tue, 03 Jun 2008 08:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-03T10:21:18.130+02:00</atom:updated><title>Bermain layang-layang</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/SET8j4c5oFI/AAAAAAAAAFo/Lo6llcDLI6c/s1600-h/IMG_4434.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/SET8j4c5oFI/AAAAAAAAAFo/Lo6llcDLI6c/s320/IMG_4434.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207564762526359634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Udara mulai semakin bersahabat untuk bermain di luar rumah, dan lebih mengasyikan lagi sambil bermain layang-layang.Walaupun ini musim semi, bukan musim gugur yang memang banyak anginnya, bermain layang-layang pun dapat dilakukan oleh anak-anak.  Usaha untuk menaikkan layang-layang yang dilakukan mereka sungguh menarik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berlari agar layang-layang dapat terbang tinggi, tidak jarang layang-layang mereka beradu dan terbelit satu sama lainnya. Ketika layang-layang sudah terbang tinggi dengan stabil, betapa senangnya mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://grahaonline.multiply.com/photos/album/16/Bermain_layang-layang/"&gt;Foto-foto yang lain bisa liat disini....&lt;/a&gt;&lt;/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-874088675605666102?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/06/bermain-layang-layang.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/SET8j4c5oFI/AAAAAAAAAFo/Lo6llcDLI6c/s72-c/IMG_4434.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-8744463942794470161</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2008 08:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-22T10:54:19.292+02:00</atom:updated><title>Kartini</title><description>Hari ini adalah hari Kartini. Hari yang selalu diperingati sebagai lambang kebangkitan emansipasi kaum perempuan di Indonesia.  Peran Kartini cukup besar dalam membantu pergerakan kemajuan perempuan Indonesia, demikian juga peran pahlawan-pahlawan nasional perempuan lainnya dalam sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu peringatan hari Kartini selalu ditandai dengan pakaian daerah yang dikenakan oleh para perempuan. Waktu saya kecil dahulu saya ingat di sekolah kita para perempuan diwajibkan mengenakan pakaian daerah ataupun berkebaya untuk memperingati hari Kartini. Ketika sudah bekerja pun ternyata ada juga perusahaan yang mewajibkan karyawatinya untuk mengenakan pakaian daerah dalam memperingati hari Kartini. Hari ini saya kembali membaca berbagai peringatan hari Kartini di tanah air, dan budaya memakai pakaian nasional ataupun berkebaya masih juga dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Kartini ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedikit merenung tentang budaya wajib berkebaya atau memakai pakaian nasional bagi perempuan di hari Kartini. Haruskah peringatan kebangkitan emansipasi para perempuan Indonesia ini dirayakan dengan berkebaya/berpakaian nasional? Makna apa yang tersirat dalam berpakaian seperti itu?  Apakah generasi mendatang akan tahu makna sebenarnya dari sebuah perjuangan kebangkitan emansipasi perempuan  dengan memakai  pakaian khusus di hari itu?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah renungan dengan pertanyaan yang menggelitik hati saya di hari Kartini  ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-8744463942794470161?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/04/kartini.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-4276106507157774025</guid><pubDate>Mon, 03 Mar 2008 09:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-03T10:58:27.361+01:00</atom:updated><title>Emma...</title><description>Emma ini bukanlah nama dari seorang gadis cantik, atau putri mungil yang lucu, melainkan nama dari angin ribut yang datang menyapa kami di wilayah Eropa akhir minggu kemarin. Ramalan akan datangnya angin ribut ini sudah disebarkan kepada masyarakat sejak beberapa hari sebelumnya.  Perkiraan kecepatan angin yang datang mencapai 90 km per jam.  Kami pun akhirnya memilih untuk tinggal di rumah akhir minggu ini untuk berlindung dari angin ribut yang akan datang menyapa wilayah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sabtu pagi, ramalan datangnya 'Emma' menjadi kenyataan.  Perlahan-lahan gemuruh angin mulai terdengar. Nging...nging....angin yg bertiup dan berputar terdengar semakin jelas. Suara itu terus berlanjut dan semakin keras. Lama kelamaan bunyi yang terdengar pun semakin beragam bukan hanya suara angin yg semakin keras saja, tetapi juga suara dari beberapa krei rumah yang mulai rusak tertiup angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika angin sedikit mereda, saya dan suami membuka pintu teras untuk mengemas kursi-kursi teras, serta pot-pot bunga yang berjatuhan. Di luar kami liat banyak kursi, meja, dan juga pot-pot bunga berserakan karena berterbangan, entah dari mana asalnya barang-barang itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sibuk membereskan kursi-kursi teras, tak lama kemudian Emma ini kembali datang menyapa kami  lagi..wuih.....saya merasa terbawa terbang, terlebih badan saya memang kelas ringan....:-)....dengan kuat saya pegang tiang beton yang ada di teras rumah kami.... Segera kami kembali masuk ke dalam rumah. Angin terus bertiup dengan kencang, dan kami memilih tidak lagi keluar rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berita lokal yang kami ikuti ternyata kecepatan Emma bukan lagi 90 km per jam seperti perkiraan, tetapi mencapai 200 km  per jam. Banyak korban berjatuhan ketika Emma datang menyapa wilayah eropa ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sore hari Emma pun mulai mereda, dan awan hitam pun bergerak.  Langit terlihat sedikit lebih cerah.  Hujan pun mulai turun, dan diikuti oleh butiran-butiran salju yang menyapa bumi..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika cuaca sudah terlihat kembali normal dan matahari bersinar dengan cerah, kami pun penasaran untuk melihat sekeliling tempat tinggal kami.  Akhirnya kami keluar rumah sambil mengamati keadaan...Banyak kerusakan yang terjadi.  Dan yang menakjubkan jalan-jalan dan trotoar di sekitar rumah kami benar-benar bersih.....daun-daun tersapu bersih oleh angin, dan tercuci oleh hujan dan salju....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kuasanya Allah sang pencipta....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich, 1 Maret 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-4276106507157774025?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/03/emma.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-6006931907521888538</guid><pubDate>Mon, 18 Feb 2008 20:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-18T21:38:29.050+01:00</atom:updated><title>Buku: Terapi untuk Anak Asma</title><description>Alhamdulillah buku karyaku berikutnya telah terbit dan telah beredar di Gramedia dan juga toko-toko buku lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/R7nk-Wx7zKI/AAAAAAAAAFI/-lXiVrZ3rmw/s1600-h/depan+buku+asma+(2).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/R7nk-Wx7zKI/AAAAAAAAAFI/-lXiVrZ3rmw/s320/depan+buku+asma+(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168413807302397090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Judul: Terapi untuk Anak Asma&lt;br /&gt;Pengarang:Chairinniza Graha&lt;br /&gt;Penerbit: Elexmedia Komputindo&lt;br /&gt;ISBN:978-979-27-2020-4&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter adalah orang yang tepat untuk menolong dan membantu anak ketika asmanya datang. Tetapi sebagai orang tua, kita juga harus tahu bagaimana caranya menolong anak ketika terjadinya serangan asma itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya menolong sang anak tersayang? Tindakan apa yang harus dilakukan untuk membantu meringankan beban yang dihadapinya? Bagaimana sebaiknya menjaga anak agar dapat hidup dengan normal dan tingkat kambuh asmanya berkurang?&lt;br /&gt;Berbagai pertanyaan itulah yang berusaha dijawab di buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Chairinniza Graha mempunya anak yang menderita asma serta mengikuti berbagai latihan dan pendidikan mengenai asma yang dilakukan oleh para medis, rumah sakit di kota Munich, Jerman, membuatnya menulis buku tentang asma ini untuk berbagi dengan orang tua lain yang mempunyai anak asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feb. 2008&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-6006931907521888538?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/02/buku-terapi-untuk-anak-asma.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/R7nk-Wx7zKI/AAAAAAAAAFI/-lXiVrZ3rmw/s72-c/depan+buku+asma+(2).jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-6732717917707104800</guid><pubDate>Fri, 25 Jan 2008 17:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-25T19:25:44.412+01:00</atom:updated><title>Tidak Sengaja...</title><description>Salah satu hobby saya di rumah adalah mengurus tanaman, walaupun tidak mempunyai halaman :-)&lt;br /&gt;Karena sekarang winter maka tanaman yang diurus adalah tanaman yang ada di dalam rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memelihara tanaman ternyata merupakan keasyikan tersendiri.  Terlebih bila tanaman yang kita pelihara berbuah atau berbunga.&lt;br /&gt;Tanaman yang menjadi peliharaan saya di dalam rumah adalah Anggrek, walaupun di negara yg terkenal dinginnya ini  alhamdulillah anggrek-anggrek di rumah masih rajin berbunga.&lt;br /&gt;Tanaman Anggrek berbunga untuk waktu yang cukup lama dan bunganya cukup awet, lumayanlah untuk memperindah ruangan di dalam rumah...:-))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anggrek mulai mengeluarkan tunas-tunasnya yang akan menghasilkan bunga, ada rasa bahagia tersendiri di hati.  Rasa bahagia karena anggrek itu akan berbunga dan indah dipandang mata.  Hmm...senang sekali rasanya. Ada kepuasan tersendiri he he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu ada salah satu anggrek di rumah yang mengeluarkan tunas bunganya, agar tunas itu tumbuh dengan baik biasanya saya jepitkan ke sebuah tongkat yang ditancapkan di samping pohon Anggrek itu. Ketika tunas bakal bunga itu saya jepitkan ke tiangnya. Tiba-tiba....pletek...tunas itu patah!  Aduh...saya sedih sekali. Tunas itu bakalan tidak jadi berbunga.  Padahal saya berharap dia berbunga seperti pohon-pohon anggrek lain yang ada disampingnya. Hmm....hilanglah salah satu harapan menikmati indahnya bunga Anggrek dari pohon itu. Ada rasa sedih, dan kecewa menghinggapi diri saya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..saya tidak bisa larut menyesalinya, mungkin beberapa waktu lagi pohon itu akan mengeluarkan tunas bunganya kembali.  Sekarang saya menikmati bunga-bunga dari pohon Anggrek yang lain saja dulu.  &lt;br /&gt;&lt;a href="http://grahaonline.multiply.com/photos/album/3/Anggrekku"&gt;Daripada menyesal lebih baik menikmati bunga yang ada yuk...:-))&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich Jan.08&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-6732717917707104800?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/01/tidak-sengaja.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-382300419923211533</guid><pubDate>Wed, 23 Jan 2008 20:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-23T22:12:45.525+01:00</atom:updated><title>Uniknya jadi Ibu</title><description>Ketika seorang perempuan menjadi ibu, baru terasa betapa beratnya menjadi orangtua yang bertanggungjawab terhadap anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan yang terus berjalan membuat para ibu harus banyak belajar.&lt;br /&gt;Banyak sekali hal-hal yang memberikan pelajaran dalam  kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku anak-anak silih berganti sepanjang waktu,  membuat kita para ibu menjadi senang, gembira, bangga, takut, cemas, sedih, marah ataupun kecewa.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Berbagai aktivitas kita dalam keseharian sebagai seorang ibu banyak menguras tenaga maupun pikiran yang ada serta akhirnya memainkan emosi di dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi ibu adalah sebuah proses belajar kehidupan yang unik.&lt;br /&gt;Ada saat kita bangga dengan status ibu yang sangat mulia sampai akhirnya ada pepatah mengatakan bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu,  tetapi ada pula saat kita resah dan gelisah serta putus asa karena kelelahan yang menyapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu adalah manusia biasa, dia perlu belajar menghadapi tantangan kehidupan yang ada di depannya dan juga perlu memberikan pelajaran kehidupan untuk masa depan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich, Jan.2008&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-382300419923211533?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2008/01/uniknya-jadi-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-7205918403883442725</guid><pubDate>Mon, 03 Dec 2007 13:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-03T14:33:27.077+01:00</atom:updated><title>Kekurangan dan Kelebihan</title><description>Setiap manusia adalah pribadi yang unik, mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak sama, walaupun kembar yang sama sekalipun pasti mempunyai sebuah perbedaan.  Individu itu selalu mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak mungkin selalu sama dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Itu sudah terlahir dari sananya dan merupakan sebuah anugrah Illahi.  &lt;br /&gt;Terkadang kita temui diri kita mempunyai kekurangan dan kemudian kita merasa kekurangan itu menjadikan masalah besar pada diri kita. Sebagai contoh, ada orang yang merasa mempunyai kekurangan karena dia adalah pribadi yang pemalu.  Dengan kekurangannya itu dia menjadi tidak pede bergaul, akhirnya menutup diri, meratapi kekurangannya.&lt;br /&gt;Ada lagi seorang anak yang penangis, dan cengeng...bagi orang tuanya, anak itu dijuluki anak yang cengeng...karena dikit-dikit dia akan menangis, merengek dan rewel.  Orangtuanya pun pusing dengan kecengengan sang anak. Akhirnya orangtua itu memanggil anaknya si cengeng, dan terus mengumbar kekurangan sang anak karena mudah menangis itu.  Sang orangtua akhirnya stress mengikuti perkembangan dan pertumbuhan sang anak, karena merasa cengengnya terlalu menonjol dan mengganggu suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia adalah makhluk yang tidak selalu sempurna.  Ada saja kelebihan dan kekurangannya. &lt;br /&gt;Kekurangan terkadang membuat kita menjadi lemah, dan kelemahan yang selalu ditonjolkan akan membuat kita menjadi semakin terpuruk, dan semakin merasa tidak ada apa-apanya dan tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori kekurangan itu dapat diperbaiki dengan mengenal terlebih dahulu kekurangan yang ada, kemudian belajar secara perlahan untuk memperbaiki.  Dengan niat dan usaha pastilah kekurangan itu bisa diatasi..&lt;br /&gt;Itulah sebuah teori, yang terkadang sangat sulit untuk bisa dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita terpuruk dengan kekurangan kita? &lt;br /&gt;Hidup ini sangat singkat, haruskah kita habiskan waktu untuk memperbaiki kekurangan terus?... &lt;br /&gt;Mengapa kita tidak mencoba untuk melihat kelebihan kita.  Kelebihan yang kita miliki dapat menjadi modal yang besar bagi kita untuk sukses. Kelebihan yang ada dapat kita pupuk untuk menjadi semakin baik, dan semakin baik lagi...&lt;br /&gt;Dengan mengenal kelebihan kita yang ada, kita dapat bersemangat untuk semakin meningkatkan kualitas diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan anak-anak,banyak dari kita para orangtua yang selalu terfokus akan kelemahan dan kekurangan anak, selalu stress dengan kelemahan yang mereka miliki. Merasa tidak sukses mendidik anak-anak.   &lt;br /&gt;Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, anakpun demikian.  Kenalilah kelebihan anak kita, galilah potensinya, arahkanlah kelebihan yang mereka miliki.  Mereka akan bisa sukses dan berhasil dengan potensi positif yang diarahkan dengan tepat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich,&lt;br /&gt;Dec. 2007&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-7205918403883442725?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/12/kekurangan-dan-kelebihan.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-8982180175512088418</guid><pubDate>Mon, 26 Nov 2007 12:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-26T15:56:08.564+01:00</atom:updated><title>Fantasi</title><description>Ketika hari Jumat kemarin saya dan Azizia menjemput Khalisha dari Kindergarten.&lt;br /&gt;Khalisha yang sedang bermain di garten meminta kami masuk dahulu ke dalam Kindergartennya, ternyata dia ingin menunjukkan salah satu gambarnya yang dipasang di dinding Kindergarten.  Gambar itu adalah gambar sebuah Pohon Apel dengan beberapa buah apel dan juga sebuah tangga.&lt;br /&gt;Dengan semangat Khalisha menjelaskan itu adalah gambar Pohon Apel dan ada sebuah tangga untuk naik ke pohon Apel agar bisa mememetik Apelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, saya yang masih penasaran dengan gambar Khalisha tadi di Kindergarten, lalu bertanya:''Khalisha, kok pohon Apelnya warna daunnya biru dan batangnya ungu?, kan kalau pohon warna daunnya biasanya hijau..''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan santai Khalisha pun menjawab: ''Mama.. itu namanya &lt;em&gt;Fantasi&lt;/em&gt;''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tersenyum geli dengan ucapan kata &lt;em&gt;Fantasi&lt;/em&gt;nya itu.  Kemudian aku tanya lagi,'' &lt;em&gt;Fantasi&lt;/em&gt; itu apa sih nak?''. ''&lt;em&gt;Fantasi&lt;/em&gt; itu terserah Khalisha mau buat warna dan gambar apa aja Ma''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...aku pun tersenyum geli dan juga takjub akan jawaban si kecil yang berusia 4 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat ketika kecil dulu.  Waktu pertama kali belajar menggambar kami selalu diajari menggambar pemandangan, hampir standard di seluruh tanah air, mungkin teman-teman masih ingat ya... dengan dua buah gunung, sebuah matahari yang bersinar, awan, sawah yang membentang dan juga burung-burung yang bertebangan. Oleh para guru pun warnanya ditentukan. &lt;br /&gt;Hampir semua murid waktu itu pasti akan ingat, bagaimana standar menggambar pemandangan gunung itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, terkadang kita para orangtua sering pula lupa, selalu mengharapkan anak menggambar sesuai dengan kenyataan, seperti misalnya daun harus berwarna hijau, atau awan berwarna biru, bentuk rumah harus begini, bentuk orang harus begitu, padahal diluar itu anak bisa berfantasi dengan gambar, bentuk dan warna yang ada di pikirannya dengan bebas. Anak dapat bebas berkreasi dan berfantasi dalam menggambarkan apa yang ada dalam pikirannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini pun aku belajar dari anakku bagaimana dia berfantasi mengeluarkan ide-ide dan kreasi yang ada dalam fikirannya melalui sebuah gambar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich Nov. 2007&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-8982180175512088418?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/11/fantasi.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-3031863613047221704</guid><pubDate>Tue, 30 Oct 2007 16:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-30T17:51:15.204+01:00</atom:updated><title>Memasuki Musim Dingin</title><description>Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, rintik-rintik hujan di luar turun bersamaan dengan butiran-butiran salju yang datang menyapa bumi, menyampaikan salam selamat datang musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, suhu mulai turun dan terus menurun dan hari ini sampai minus 1 derajat celcius. Dingin mulai menusuk tulang, dan hari pun mulai terasa pendek, dimana malam terasa lebih cepat datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim dingin mulai datang menyapa kami kembali di kota yang jauh dari tanah air ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim yang dinanti oleh Azizia dan Khalisha, karena saat yang menyenangkan untuk bermain bola salju, bermain seluncur di atas salju, maupun berguling-guling dengan bebas di atas salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim yang tidak menyenangkan bagi saya, karena harus selalu berpakaian khusus, mulai dari topi hingga sepatu, musim yang harus teliti berpakaian untuk menjaga badan agar tetap hangat.  &lt;br /&gt;Musim yang penuh dengan virus, dimana virus di musim ini sangat gembira sekali untuk menyebarkan penyakitnya dan menyapa anak-anak hingga dewasa. Mulai dari batuk pilek biasa, hingga demam meriang yang menyiksa tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepohonan pun mulai merunduk, daun-daun pun mulai menghilang dari batang-batangnya. Bunga-bungaan pun mulai menyingkir.  &lt;br /&gt;Musim dingin mulai datang, suasana dingin yang menusuk tulang, gelap dan sepinya musim dingin mulai terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich 30 Oct.2007&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-3031863613047221704?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/10/memasuki-musim-dingin.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-3656318047936181080</guid><pubDate>Sun, 07 Oct 2007 13:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-07T16:17:10.489+02:00</atom:updated><title>Ramadhan dan Pelajaran</title><description>Tidak terasa Ramadhan sudah berjalan 25 hari. Waktu ini ternyata berjalan begitu cepat. Bulan yang penuh pengampunan, bulan yang penuh hikmah ini akan segera berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan tahun ini adalah bulan yang benar-benar terasa sangat istimewa sekali. Banyak anugrah Allah yang telah dilimpahkan kepada kami dan banyak pula pelajaran istimewa yang kami petik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ibu, aku mendapati Azizia putri sulungku sudah mempunyai kesadaran berpuasa yang baik, alhamdulillah ya Allah!.  &lt;br /&gt;Kejutan yang dia berikan sampai hari ke 25 ini sangat banyak sekali.  Salah satunya adalah puasanya yang tidak tinggal sehari pun sampai hari ini dan sholat lima waktunya yang baik.&lt;br /&gt;Awalnya kami, aku dan suami tidak memaksakan Kakak Azizia untuk berpuasa sampai Magrib.  &lt;br /&gt;Kami memberikan pengertian kepadanya dan memberikan kebebasan kepada dia untuk berpuasa sekuatnya,karena kebetulan tahun ini puasa di Eropa agak lebih panjang dari puasa di tanah air. Dimana awal-awal puasa, magribnya hampir jam 8 malam.&lt;br /&gt;Hari pertama puasa Kakak sempat merasa capek dan letih sekali tetapi dia berusaha mengatasinya dengan tidur siang, sebuah kebiasaan yang jarang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, Azizia berkata kepadaku:.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.''Ma, sekarang puasanya tidak terasa capek lagi deh...Kakak sudah biasa puasanya...Rasanya enak Ma. Kemarin-kemarin  kakak capek karena baru puasa dan belum biasa...''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sulungku sudah mulai merasakan bagaimana tidak memberatkannya berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak seusia Azizia memang banyak sekali godaan yang datang. Di kelasnya tidak ada satupun anak yang berpuasa kecuali dia, teman-temannya makan dan minum seperti biasa saja karena memang mayoritas non muslim.&lt;br /&gt;Alhamdulillah dia bisa mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalisha yang masih kecil pun terkadang berpuasa, walaupun hanya sampai sebatas jam 10 pagi kalau akhir minggu.  Bungsu yang kecil ini kalau hari sabtu minggu tidak mau makan dan minum dengan alasan puasa.  Tetapi itu tidak berlangsung lama, jam 10 pagi pun dia akan segera mencari makanan ke dapur, karena perutnya sudah tak tahan lagi. Di waktu berbuka dia pun akan sibuk mengingatkan kakaknya....&lt;span style="font-style:italic;"&gt;''Kak sudah malam, sekarang kakak boleh makan dan minum lagi...''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah Khalisha belajar berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah anak-anak belajar menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, sebuah anugrah besar yang Allah berikan kepada kami sebagai orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa jauh dari tanah air memang agak berbeda.  Panggilan Adzan yang berkumandang dan sholat taraweh berjamaah di mesjid sangat kami rindukan.&lt;br /&gt;Allah memang maha penyayang, kerinduan kami bisa terobati,  panggilan Adzan dari komputer setiap hari selalu terdengar, mengajak kami untuk segera melakukan sholat, dan di bulan Ramadhan ini memberitahukan kami waktunya berbuka puasa. &lt;br /&gt;Sholat Taraweh berjamaah pun kami lakukan di rumah dengan sang ayah sebagai Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanah air, menjelang sahur akan selalu ramai, dimana banyak orang membangunkan dengan bedugnya yang berkeliling komplek, ataupun memukul-mukul tiang listirk sambil berteriak sahur-sahur! sebuah tradisi ramadhan di komplek kami di tanah air.&lt;br /&gt;Disini tradisi seperti itu tidak ada, saatnya sahur hanya gelap dan kesunyian yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kami terlambat bangun sahur suatu hari, dan berita ini sampai ke tanah air. Semenjak itu kami pun mempunyai pembangun setia setiap hari, yaitu Kak Eva yang selalu menelpon membangunkan kami...terima kasih kak!&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami tidak telat lagi sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu Mamaku sibuk menyiapkan santap berbuka dan sahur untuk keluarga, agar kami makan makanan yang bergizi dan sehat.  &lt;br /&gt;Kini pun aku merasakan bagaimana situasi seperti mamaku dulu. Aku harus menyiapkan makanan yang bergizi dan sehat kepada keluarga agar mereka dapat beribadah puasa dengan baik dan tubuhnya tetap terjaga agar selalu sehat dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hikmah dan pelajaran yang aku dapatkan di bulan suci ini. Insya Allah, Allah dapat memberikan kesempatan kepadaku untuk menemui bulan Ramadhan tahun depan. Bulan yang penuh ibadah dan ampunan. Amien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich 7 Oct.2007&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-3656318047936181080?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/10/ramadhan-dan-pelajaran.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-6017551276147099824</guid><pubDate>Fri, 14 Sep 2007 00:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-14T09:15:06.185+02:00</atom:updated><title>Buku: Keberhasilan Anak di Tangan Orangtua</title><description>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Alhamdulillah!&lt;br /&gt;Akhirnya buku karyaku terbit dan siap beredar di pasaran.&lt;br /&gt;Segera tersedia di toko buku Gramedia dan toko-toko buku lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RundGkHaezI/AAAAAAAAAD4/zOn79husvS8/s1600-h/cover+buku+keberhasilan+anak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RundGkHaezI/AAAAAAAAAD4/zOn79husvS8/s320/cover+buku+keberhasilan+anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109858357072263986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia persaingan semakin ketat, dimana kemampuan dan kesuksesan dalam kehidupan ini seringkali dianggap hanya dimiliki oleh mereka yang pintar dalam sekolahnya dan  mempunyai intelektualitas yang tinggi.  Banyak orang tua yang memasukan anaknya ke sekolah-sekolah favorit dan unggulan dengan harapan anaknya dapat menjadi pintar dan cerdas dengan belajar di sekolah tersebut. Sebagian orang tua itu menganggap bahwa lembaga sekolahlah yang paling bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anak. Padahal sebenarnya sekolah adalah sebagai media dalam memberi pendidikan dan pengajaran anak dan pendidikan anak semuanya akan tetap kembali kepada para orang tua.&lt;br /&gt;Buku ini ditulis untuk membantu mengingatkan kembali kepada para  orang tua bahwa pendidikan anak tidak hanya pendidikan formal di sekolah dan tanggung jawab sekolah saja. Masih banyak lagi pendidikan  lain yang harus diberikan oleh orang tua terhadap anak-anaknya dirumah agar mereka bisa berhasil dalam kehidupannya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memberikan panduan kepada para orang tua,  bagaimana caranya membimbing dan mendidik anak, tidak saja untuk membuat anak menjadi cerdas, tetapi juga mengembangkan kemampuan dan kecakapan anak di bidang lainnya yang berhubungan dengan kemampuan sosial dan pembentukan diri sebagai pondasi dalam diri anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik hingga dewasa.&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dialami oleh orang tua dan anak dijabarkan dalam buku ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-6017551276147099824?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/09/buku-keberhasilan-anak-di-tangan.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RundGkHaezI/AAAAAAAAAD4/zOn79husvS8/s72-c/cover+buku+keberhasilan+anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>17</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-7613589553387153644</guid><pubDate>Sun, 29 Jul 2007 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-29T11:03:22.716+02:00</atom:updated><title>Bahasa Ibu</title><description>Setiap pulang kampung ke Indonesia, ada saja teman, saudara ataupun tetangga yang selalu bertanya kepadaku atau berkomentar:,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;''....Anak-anaknya bisa berbahasa Indonesia tidak?...''. &lt;br /&gt;''...Bahasa Indonesia anak-anaknya masih lancar ya.....''. atau ''...e...kirain gak bisa bahasa Indonesia, ternyata lancar ya....''&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku kadang tersenyum sendiri ketika ada orang yang berkomentar atau kembali menanyakan hal tersebut di atas kepadaku. &lt;br /&gt;Tidak sedikit memang yang menanyakan hal itu kepadaku, bukan hanya teman-teman yang tinggal di Indonesia saja, beberapa teman yang tinggal di negara lain dan juga beberapa teman orang asing, ataupun lokal di sekitar tempat tinggal kami pun ada pula yang menanyakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memaklumi orang-orang bertanya demikian, karena memang sering terjadi pasangan yang berasal dari satu negara, kemudian tinggal di negara lain  dalam jangka waktu yang lama lalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bahasa ibu&lt;/span&gt; dari negara asal mereka akan hilang, karena lebih dominannya bahasa lokal yang dipakai sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit pasangan Indonesia yang berada di luar negeri yang saya jumpai  mendapati kesulitan karena anaknya tidak bisa berbahasa Indonesia. Anak-anak mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa lokal di negara tempat mereka tinggal dibandingkan menggunakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bahasa ibu&lt;/span&gt; mereka.&lt;br /&gt;Ternyata hal itu bukan hanya terjadi pada pasangan Indonesia saja, beberapa pasangan asing lain yang tinggal di sini (Jerman) pun ada yang pernah mengeluh pada saya karena anak-anak mereka sudah tidak bisa lagi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;berbahasa ibu&lt;/span&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ketakutan-ketakutan yang terjadi pada pasangan Indonesia yang baru tinggal di luar negeri, dimana takut anaknya tidak bisa berbahasa lokal kalau tidak dibiasakan bahasa lokal dari rumahnya.  Bahasa lokal yang selalu diajarkan dan dipakai di rumah bagi kebanyakan orang tua itu merupakan sarana latihan bagi anaknya untuk menguasai bahasa lokal. Akhirnya bahasa ibu pun terpaksa ditinggalkan demi bahasa lokal yang dianggap lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, bahasa ibu dan bahasa lokal itu sama pentingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dapat diajarkan bahasa lokal agar dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Dan Bahasa ibu pun harus diajarkan kepada anak-anak agar mereka dapat juga berkomunikasi dengan baik dengan saudara-saudaranya, nenek, kakek, paman, bibi, dan kerabat lainnya  yang tinggal di tanah air, atau kebetulan berkunjung ke tempat kami tinggal di luar negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari bahasa lokal bagi anak-anak akan lebih mudah, karena lingkungan mereka tinggal selalu berbahasa lokal. Mereka akan lebih cepat dan mudah menangkap bahasa lokal dan mengaplikasikannya. Anak-akan akan lebih cepat pintar berbahasa lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian dengan bahasa ibu, bahasa ibu yang tidak  sering dipakai akan cepat hilang karena tidak adanya lingkungan yang mendukung untuk menggunakan bahasa ibu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah peran penting kita para orang tua untuk mendidik anak dalam berbahasa.&lt;br /&gt;Di dalam keluargalah yang akan sangat menentukan dan mendukung penggunaan bahasa ibu ini pada anak-anak.&lt;br /&gt;Bahasa asing memang bagus dan baik, tetapi bahasa ibu jangan sampai hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir delapan tahun di negeri orang ini, bagi saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bahasa ibu&lt;/span&gt; kami adalah bahasa Indonesia, terkadang bahasa Sunda dan bahasa Minang juga dipelajari dan dipakai oleh anak-anak kami di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman, saya selalu berbahasa ibu dengan anak-anak, dan sangat mudah bagi saya dan anak-anak untuk mengungkapkan sesuatu yang rahasia dan tidak mudah diketahui oleh orang lain di lingkungan kami dalam bahasa ibu. Lingkungan kami tidak mengerti bahasa yang kami pakai. Salah satu hal yang menguntungkan bukan?..:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita jaga bahasa ibu dengan anak-anak kita, agar mereka kelak tetap lancar berbahasa ibu dengan baik. &lt;span style="font-style:italic;"&gt; (NzG)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-7613589553387153644?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/07/bahasa-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-2544361034417593639</guid><pubDate>Wed, 11 Jul 2007 21:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-12T09:59:22.064+02:00</atom:updated><title>Dokter Anak</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RpXejQkr4dI/AAAAAAAAACQ/SQpxMQ6wYG8/s1600-h/P6210509.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RpXejQkr4dI/AAAAAAAAACQ/SQpxMQ6wYG8/s320/P6210509.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5086216051510469074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika baru mempunyai anak, saya sempat bertanya kepada teman-teman yang sudah senior tentang dokter anak yang bagus.  Beberapa teman senior saya memberikan rekomendasi dokter anak yang menurut mereka bagus. Saya pun sempat mencoba datang ke dokter anak yang direkomendasikan oleh teman-teman saya itu.&lt;br /&gt;Ada yang menurut saya memang bagus, dan ada pula yang cuma &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngetop&lt;/span&gt; saja tetapi kurang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang mempunyai standard yang berbeda untuk menentukan bahwa seorang dokter itu adalah dokter yang bagus. Karena banyak terjadi dokter yang satu bagus menurut seseorang, tetapi menurut orang yang lain dokter tersebut tidak bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, dokter anak adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;partner&lt;/span&gt; bagi saya dalam mengatasi masalah kesehatan anak-anak. Mengapa saya menyebutnya sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;partner&lt;/span&gt;, karena saya merasa perlu bekerja sama dengan dokter tersebut dalam mengobati penyakit yang diderita oleh anak-anak saya. Saya harus mencari partner yang tepat dalam menangani masalah kesehatan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau saya tidak sekolah kedokteran saya tidak mau buta soal kesehatan. Sebagai orang tua saya harus mengetahui juga tentang penyakit dan pengobatan yang dilakukan oleh para medis terhadap anak-anak saya. Bukankah keseharian anak-anak itu bersama kita para orang tua, dari situlah kita harus bisa menjadi dokter anak di rumah bagi anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi dokter anak di rumah, para orang tua perlu menambah pengetahuannya. Pengetahuan itu dapat diperoleh dari dokter anak yang menangani anak-anak kita selama ini.&lt;br /&gt;Ketika kita mengunjungi dokter anak, kita dapat bertanya tentang permasalahan penyakit yang diderita oleh anak kita, mengapa penyakit itu bisa datang,  bagaimana mengatasinya, apa saja obat-obatnya, ada tidaknya efek samping dari obat-obat yang diberikan dan banyak lagi pertanyaan lain yang dapat kita berikan kepada dokter anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu takut dan malu untuk bertanya kepada dokter anak. Dokter anak yang baik adalah dokter anak yang mau memberikan penjelasan dengan baik kepada para orang tua pasiennya, dokter yang mau berkomunikasi dengan baik. Mau menjelaskan secara sabar dan bekerjasama dengan baik. Bahkan mau pula menerima kritik dari pasiennya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang saya pun sering mendapat informasi tentang pengobatan alternatif, pengobatan tradisional atau pun berbagai tips dalam menghadapi penyakit atau pengobatan terhadap anak-anak  yang disarankan oleh dokter anak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kita ingin mengetahui lebih mendalam tentang penyakit tertentu, kita dapat pula mencari informasinya di buku-buku, atau media internet yang menyediakan banyak informasi tentang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah para orang tua akhirnya dapat pula menjadi dokter bagi anak-anaknya di rumah.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(NzG)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan dan foto by Nieza.&lt;br /&gt;Foto Azizia dan Khalisha bersama Dr. Rautenstrauch di Munich.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-2544361034417593639?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/07/dokter-anak_11.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RpXejQkr4dI/AAAAAAAAACQ/SQpxMQ6wYG8/s72-c/P6210509.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-426823074892205531</guid><pubDate>Mon, 02 Jul 2007 15:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-02T17:15:36.763+02:00</atom:updated><title>Bercocok tanam</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RokWIcSBCUI/AAAAAAAAACI/s22TBWdrAio/s1600-h/Bild_Canon_+178.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RokWIcSBCUI/AAAAAAAAACI/s22TBWdrAio/s320/Bild_Canon_+178.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082617988750838082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah tidak lagi musim dingin, saatnya yang tepat untuk bercocok tanam di luar rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada lahan tanah yang cukup luas (berhubung tinggal di appartemen..:-)), akhirnya potlah media yang paling tepat untuk bercocok tanam di rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat yang menyenangkan adalah saat hasil dari bercocok tanam mulai terlihat. Betapa bahagianya bila hasil jerih payah mulai terlihat hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pohon Apel di sudut rumah, yang ditanam di dalam sebuah pot mulai menunjukkan hasil. Buah Apelnya mulai bermunculan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-426823074892205531?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/07/bercocok-tanam.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/RokWIcSBCUI/AAAAAAAAACI/s22TBWdrAio/s72-c/Bild_Canon_+178.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-2114912051503295415</guid><pubDate>Fri, 01 Jun 2007 10:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-06-01T13:06:16.913+02:00</atom:updated><title>Sebuah Pelajaran Kehidupan</title><description>Artikel ini dimuat di:&lt;br /&gt;http://wrm-indonesia.org/kumpulan-artikel/renungan/sebuah-pelajaran-kehidupan.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/Rl_8g8LWkQI/AAAAAAAAABM/wgY0xbK99ks/s1600-h/Bild+062.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/Rl_8g8LWkQI/AAAAAAAAABM/wgY0xbK99ks/s320/Bild+062.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071049348282224898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu saya harus melakukan operasi tangan. Setelah operasi itu selesai dilakukan, selama 2 minggu tangan kanan saya harus di perban dan dibungkus rapat dengan sebuah papan keras serta tidak boleh dipergunakan agar pemulihannya dapat berjalan baik dan tidak mengalami komplikasi yang justru akan membuat penyembuhannya menjadi semakin lama dan juga membahayakan tangan saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan kemampuan tangan yang terbatas, karena biasanya saya melakukan segala sesuatu dengan dominan tangan kanan, tetapi kini harus memakai tangan kiri yang ternyata memang sungguh sulit untuk memulainya. &lt;br /&gt;Kehidupan yang jauh dari tanah air membuat saya sempat bersedih hati pula. Karena biasanya kalau di tanah air akan selalu ada banyak kemudahan seperti adanya banyak handai taulan, mulai dari orang tua, kakak-adik,keponakan, sepupu dan masih banyak lagi yang selalu siap sedia menolong dan datang ke rumah membantu. &lt;br /&gt;Disini, di tempat yang sangat jauh dari tanah air kemudahan itu agak sulit didapat. &lt;br /&gt;Di tanah air kita masih bisa jajan makanan kalau tidak masak, bahkan tidak sedikit tukang jajan yang mendatangi rumah kita, disini …hmm…tidak pernah ada tukang jajan keliling satupun yang pernah saya lihat selama tujuh tahun lebih tinggal di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus bergerak, kehidupan keseharian pun terus berjalan. Tidak ada lagi kesempatan untuk bermanja dan mengeluh. Tantangan dalam hidup ini harus terus dihadapi dan dijalani. Akhirnya dengan hanya satu tangan, saya pun berusaha beraktivitas seperti biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlintas dipikiran saya, bagaimana dengan saudara-saudara saya yang hanya mempunyai satu tangan bahkan ada pula yang tidak mempunyai tangan selama hidupnya?  Entah itu karena kecelakaan, ataupun cacat sejak lahir. Mereka lebih menderita daripada saya. Mereka lebih sedih, tetapi kehidupan tetap mereka jalani. Betapa hebatnya mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kaku beraktivitas dengan menggunakan tangan kiri, akhirnya saya terbiasa beraktivitas dengan satu tangan ini. Mulut, kaki, anggota tubuh lain pun menjadi lebih aktif membantu saya beraktivitas. Allah memang maha kuasa, dia menciptakan tubuh manusia dengan perhitungan yang hebat. Bila satu anggota tubuh tidak berfungsi, anggota lain dapat membantu menggantikan fungsinya. Tinggal bagaimana manusia itu menghadapi kekurangannya dan berusaha dengan semangat menjalankan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua anak saya yang manis pun merupakan sebuah anugrah yang memang tiada taranya. Mereka walaupun masih kecil selalu berusaha membantu saya dalam aktivitas sehari-hari. Mereka selalu memperhatikan ketika saya menahan rasa sakit dari jahitan yang masih terasa. Mereka pun menghibur saya.&lt;br /&gt;Ketika saya tidak mampu membuka sebuah tutup botol yang sebenarnya dalam keadaan normal sangat mudah sekali dilakukan tetapi dengan tangan satu ini saya tidak mampu melakukannya. Anak-anak menawari diri untuk membantu dan mereka berhasil membukanya. Mereka bersorak gembira karena dapat membantu.&lt;br /&gt;Keributan-keributan kecil dari pertengkaran mereka berdua yang biasa terjadi tiba-tiba menghilang. Sang Kakak dengan kesadarannya sendiri membantu menghandle adiknya yang masih kecil, mulai dari mengkontrol adiknya sikat gigi hingga mandi dan masih banyak lagi aktivitas lain yang dibantunya. Sang Adik pun menjadi lebih mandiri. Hmm..mereka belajar menjadi lebih mandiri lagi dan lebih kompak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan memang selalu bergerak, baik itu naik maupun turun. Ketika kebahagiaan datang kita sebaiknya harus selalu ingat akan batasnya dan tidak lupa diri. Ketika kesusahan menyapa, kita pun harus bersemangat untuk menghadapinya dan berusaha mengatasi. Sebuah kehidupan yang penuh dengan pelajaran. (Nieza Graha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich Mai 2007&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-2114912051503295415?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/06/sebuah-pelajaran-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o7XPUgPsnuM/Rl_8g8LWkQI/AAAAAAAAABM/wgY0xbK99ks/s72-c/Bild+062.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-4496081249186273116</guid><pubDate>Mon, 09 Apr 2007 11:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-22T14:08:42.163+02:00</atom:updated><title>Curhat yuk</title><description>Kehidupan ini penuh romantika ada saatnya menyenangkan dan ada pula saat yang menyedihkan. Kehidupan rutin yang dialami sehari-hari pun dapat mengakibatkan kejenuhan dan kebosanan yang semakin lama semakin mengganggu. Berbagai masalah kehidupan sehari-hari semakin bervariasi dan terkadang banyak orang yang tidak kuat lagi menahan beban yang dihadapi dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;Banyak orang yang memendam kejenuhan dan permasalahan yang dimilikinya  karena bingung bagaimana mengatasinya dan tidak sedikit pula yang merasa malu, gengsi  untuk mencurahkan permasalahan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pasti mempunyai permasalahan dalam kehidupannya, perbedaan pada setiap manusia itu adalah bagaimana menghadapi permasalahan yang dimiliki dan mengatasinya.  Bila ada gejala yang meresahkan di dalam hati, apa yang harus kita lakukan?.&lt;br /&gt;Ketika kita merasakan adanya sesuatu yang tidak beres dalam diri sebaiknya kita berusaha mengatasinya. Karena permasalahan yang ditumpuk dan semakin lam semakin menumpuk itu dapat mengakibatkan depresi yang berkepanjangan dalam diri dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak jarang orang menjadi berpikir yang tidak realistis lagi dalam menghadapi kehidupan. Ini berbahaya bagi diri sendiri maupun keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita membutuhkan seseorang untuk membantu menyelesaikan permasalahan kita ataupun hanya sekedar mengungkapkan dan mengeluarkan uneg-uneg  yang kita hadapi. Lakukanlah kalau itu memang membantu meringankan beban yang ada di dalam diri. Berusahalah untuk mengkomunikasikan permasalahan yang kita hadapi dan janganlah dipendam. &lt;br /&gt;Dengan melakukan curhat banyak orang yang merasa plong dan sedikit lega menghadapi permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat adalah salah satu cara yang paling mudah dilakukan ketika seseorang sedang menghadapi permasalahan. Carilah teman yang dianggap memang benar-benar cocok untuk dijadikan tempat curhat. Teman yang mau memberikan nasihat dan jalan keluar yang baik, ataupun teman yang hanya sekedar mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan uneg-uneg yang kita hadapi. &lt;br /&gt;Teman yang dijadikan tempat curhat seseorang, sebaiknya janganlah mengumbar permasalahan yang dihadapi temannya tersebut kepihak lain yang tidak berkepentingan. Bahkan tidak sedikit orang yang dijadikan tempat curhat malah menyebarkan gossip yang bukannya membantu malah memperumit masalah. Sadarilah bahwa teman kita sedang bermasalah, dan mereka membutuhkan bantuan kita untuk meringankan masalahnya. Jangalah masalahnya dibuat semakin kacau dan rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat pada teman yang dipercaya memang perlu dan sangat membantu. Bersyukurlah kita yang bisa mendapatkan banyak teman dan dapat mencurahkan perasaan kita. Teman-teman dalam dunia maya seperti di permilisan pun bisa jadi teman yang pas buat kita untuk curhat, baik itu melalui diskusi milis, email japri, ataupun Ym. Teknologi semakin canggih kendala jarak bukan lagi masalah..:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk kita berusaha dari diri kita masing-masing untuk intropeksi diri dan&lt;br /&gt;membuat kehidupan ini menjadi indah dan lebih berarti!. (NzG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich April 2007.&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-4496081249186273116?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/04/curhat-yuk.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-3352975062659676748</guid><pubDate>Wed, 07 Mar 2007 19:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-22T14:45:33.569+02:00</atom:updated><title>Membantu Anak yang Pemalu</title><description>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya menghadapi anak yang pemalu.  Alhamdulillah dengan berusaha menjaga kesabaran dalam melatih anak dengan berbagai cara yang saya lakukan dalam tulisan saya di bawah ini sangat membantu saya mengatasi sifat pemalu pada anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak mempunyai karakter masing-masing, dan setiap karakter itu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebagai orang tua kita diharapkan dapat berusaha untuk membantu anak mengatasi kekurangan yang dimilikinya. &lt;br /&gt;Tidak ada yang sempurna memang, tetapi dengan berusaha kita dapat mengatasi kekurangan yang &lt;br /&gt;ada. Usaha yang kita lakukan sebagai orang tua, dapat membantu pertumbuhan anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si kecil pemalu memang agak sedikit membuat masalah dalam sosial kontaknya dengan orang lain.  Si Pemalu tidak mudah bergaul dengan orang lain, dan lebih banyak menghindar ketika dia harus berhadapan dengan orang lain.&lt;br /&gt;Terkadang banyak orang tua yang akhirnya putus asa menghadapi tingkah anak-anak yang mempunyai sifat pemalu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat pemalu pada anak-anak dapat diketahui dari keseharian dia melakukan kontak dengan orang lain. Sifat ini mungkin karena kurangnya rangsangan buat anak untuk melakukan kontak dengan orang lain atau pun mungkin pula disebabkan oleh faktor genetika yang dimilikinya yang banyak mempengaruhi sifat pemalu pada anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah melihat seorang anak yang sukar sekali berpisah dengan ibunya? Di tempat-tempat umum ataupun pada sebuah acara keramaian seperti ulang tahun anak-anak ada anak yang selalu berlindung dibalik badan sang ibu dan tidak mau kontak dengan yang lain.&lt;br /&gt;Tidak sedikit anak-anak yang mempunyai sifat pemalu lebih senang menyendiri daripada beramai-ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun rasa malu ini merupakan salah faktor genetik yang ada pada diri seseorang anak, tetapi sifat ini dapat diubah dengan berbagai usaha yang dilakukan untuk mengatasinya. Usaha sungguh-sungguh dan latihan yang diberikan secara terus menerus  yang dilakukan orang tua tanpa mengenal putus asa dapat membantu seorang anak yang mempunyai sifat pemalu untuk tampil lebih berani, dan dengan perlahan-lahan rasa malu itu pun mulai berkurang dan sekarang anak  bisa tampil dengan penuh percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa latihan dan cara yang dapat diterapkan untuk membantu mengatasi sifat pemalu yang dimiliki anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Sering-sering mengajak dia keluar rumah dan bertemu dengan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan sering bertemu dengan berbagai ragam orang, si kecil yang pemalu akan mulai mengenal banyak karakter orang. Dia akan mulai terbiasa dengan lingkungan yang asing yang tidak biasa dengan lingkungannya sehari-hari.&lt;br /&gt;Ini melatih dia menjadi terbiasa menghadapi lingkungan yang berbeda-beda. Dan melatih dia pula untuk bisa mengatur dirinya menghadapi lingkungan yang berbeda-beda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Mengajaknya bermain dengan anak-anak sebayanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan bermain dengan anak-anak sebayanya, si kecil akan merasa senang karena dia akan merasakan bagaimana senangnya bermain dengan sebaya. Kalau dia masih malu-malu untuk memulai, biasanya pertama kali orang tua bisa ikutan bermain dengan anak-anak kecil itu. Seandainya si kecil sudah mulai merasa nyaman, orang tua bisa sedikit demi sedikit menjauh, tetapi masih berdiri dekat tempat bermain itu. Si kecil masih bisa melihat anda. Perlahan-lahan si kecil akan nyaman dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Mencarikan sahabat yang tepat untuk si keci&lt;/span&gt;l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah si kecil mulai mengenal teman-teman sebayanya, orang tua dapat berdialog dengan dia bagaimana perasaan dia dengan teman-temannya itu, dan menanyakan dengan siapa dia merasa senang bermain.&lt;br /&gt;Dengan teman yang menurut si kecil paling baik itu, orang tua sebaiknya  mengintensifkan si kecil bermain dengannya. Yang akhirnya mereka bisa menjadi bersahabat.&lt;br /&gt;Ini membantu si kecil untuk belajar berkenalan dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Perkuat Rasa Percaya Diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah apa yang menjadi kegemaran si kecil, apa kelebihannya. Misalnya dia senang sekali menggambar. Sering-seringlah orang tua mengajak si kecil untuk  mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan hobbynya itu.&lt;br /&gt;Si kecil yang pemalu akan merasa nyaman dan senang dengan kegiatannya, karena mereka merasa mempunyai kemampuan dan kelebihan dalam bidang yang mereka senangi itu. Hal ini akan semakin memperkuat rasa percaya dirinya.&lt;br /&gt;Perkuat rasa percaya diri si kecil dengan kegiatan yang membuat dia merasa bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Jangan memaksa si kecil untuk berani, tetapi rangsang dia untuk berani&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah memaksa si kecil yang pemalu untuk tampil, tetapi rangsanglah dia untuk berani tampil di depan umum. Seandainya si kecil dipaksa, dia akan merasa terbebani, akhirnya si kecil malah akan semakin menghindar dan menjadi semakin pemalu.&lt;br /&gt;Dengan merangsangnya si kecil akan dapat menentukan sikapnya, akhirnya dia menjadi lebih berani dan tampil penuh percaya diri. (Nieza Graha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munich, Maret 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di media:&lt;br /&gt;http://wrm-indonesia.org/index.php?option=content&amp;task=view&amp;id=1026&amp;Itemid=2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-3352975062659676748?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/03/membantu-anak-yang-pemalu.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-117092201941740444</guid><pubDate>Thu, 08 Feb 2007 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-02-08T09:07:03.370+01:00</atom:updated><title>Bermain dan Bermain Lagi..</title><description>Bagi anak-anak bermain adalah sebuah kegiatan penting yang membantu proses pertumbuhannya. Menurut para ahli dari hasil sebuah penelitian, ditemukan adanya pertumbuhan otak selama bermain.&lt;br /&gt;Namun demikian, banyak orang tua yang menganggap bermain adalah kegiatan yang membuang waktu dengan percuma saja. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan menjadi anak yang malas bekerja, malas belajar, tidak kreatif  dan bodoh. &lt;br /&gt;Banyak orang tua yang berpikir bahwa waktu bermain anak lebih baik diganti dengan waktu untuk belajar menulis, membaca berhitung yang benar-benar serius untuk masa depan anak daripada hanya bermain-main dengan boneka  atau bermain ayunan di taman bermain yang ada. Bahkan di perkotaan tidak sedikit orang tua yang sibuk mencari tempat kursus-kursus pelajaran tambahan anak untuk bisa membaca, menulis dan berhitung disaat anak masih batita.&lt;br /&gt;Orang tua jaman sekarang sibuk membesarkan anak untuk memasuki dunia persaingan yang semakin ketat, dimana kemampuan dan kesuksesan seringkali dianggap hanya dimiliki oleh mereka yang mempunyai intelektualitas yang tinggi, akhirnya banyak orang tua yang lupa akan manfaat besar dari bermain bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa manfaat dari bermain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Belajar menganalisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bermain membuat menara dari balok-balok kayu, kemudian setelah menara itu berdiri, anak mengambil satu buah balok yang ada di bawah. Menara menjadi goyang dan akhirnya runtuh. Dia coba lagi dan coba lagi. Lama kelamaan anak menyadari bahwa dengan diambilnya salah satu balok dari bawah membuat menara itu menjadi tidak kuat lagi. Dengan bermain, anak-anak bisa meneliti, mencoba sebab akibat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Membangun keterampilan sosial&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anak mulai bermain dengan teman-teman sebayanya, biasanya dirumah anak-anak mempunyai teman main yang setia seperti boneka, mobil-mobilan dan lain sebagainya.  Dengan boneka dan mobil-mobilannya anak-anak mulai belajar berinteraksi antara dirinya dan alat-alat permainan yang ada, yang tidak bisa bergerak sendirinya tanpa bantuan gerakan dari sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun anak akan berinteraksi dengan teman sebayanya.  Anak akan belajar bahwa ternyata teman sebayanya dapat bergerak sendiri dan tidak tinggal diam seperti boneka atau mobil-mobilan mereka.  Akhirnya anak belajar bagaimana harus membagi, menunggu giliran, menghormati orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Mengolah perasaannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak dalam kesehariannya menghadapi berbagai perasaan, seperti gembira, perasaan marah, takut, sedih dan cemas.  Dengan bermain anak dapat belajar bagaimana dia bisa mengelola perasaan yang ada di hatinya. Berbagai perasaan-perasaan yang dirasakan anak dapat dikelola dengan baik melalui permainan.&lt;br /&gt;Misalnya seorang anak takut ke dokter, dengan bermain dokter-dokteran dia belajar untuk mengolah rasa ketakutannya. Dan dia bisa berperan menjadi seorang dokter dan membuka praktek dokter untuk teman atau boneka-bonekanya yang pura-pura sakit.  Anak belajar bagaimana menghadapi ketakutannya ke dokter dan mengolah perasaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Kemampuan bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bermain seorang anak akan banyak menggunakan sejumlah kata-kata, dan sebagian besar kata-kata tersebut banyak yang diulang dalam masa bermainnya. Dengan pengulangan yang sering dilakukan dalam bermain membantu anak untuk mempercepat perkembangan bahasanya. &lt;br /&gt;Seperti ayo kamu meloncat, aku berayun, mari meluncur, memanjat tangga. Ini punyaku, itu punya kamu, aku harus naik, kemudian turun,  ke atas, ke bawah dan masih banyak lagi kosakata lainnya yang sering diulang disaat anak bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.  Merangsang kreativitas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa anak-anak adalah masa yang penuh dengan imajinasi yang unik, dengan bermain akan membantu anak untuk mengembangkan imajinasinya dan anak akhirnya menjadi kreatif.&lt;br /&gt;Membangun sebuah menara di kotak pasir dengan bentengnya yang tinggi disertai bendera di atasnya,  membangun sebuah perumahan dari kotak-kotak bekas, bermain masak-masakan. Semua ini mengembangkan kreativitas dan daya khayal anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6.  Melatih dan mengembangkan kemampuan motorik &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Anak-anak senang bermain dengan aktif terkadang orang tua sampai kewalahan  mengikuti gerakan anak-anak yang lincah itu.  Gerakan-gerakan dalam bermain seperti berlari, memanjat, melompat, melempar, menangkap, mendorong adalah gerakan yang melatih dan membangun kemampuan motorik anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain dengan menggunakan tangan dan jari, koordinasi mata dan tangan seperti permainan membangun sebuah menara dari balok-balok kayu, mencoret-coret kertas dengan crayon ataupun pencil adalah salah satu cara melatih koordinasi dan kemampuan motorik halus anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbiasa melatih melakukan gerakan dari tubuhnya, sang anak akan terlatih bagaimana mengatur koordinasi dalam badannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang anak, tidak ada waktu yang lebih mengasyikan daripada bermain dan bermain lagi. Bermain adalah kegiatan yang memuaskan anak-anak, menyenangkan dan membantu pertumbuhan mereka.&lt;br /&gt;Dengan menghabiskan waktu bermain dimasa kanak-kanaknya adalah penggunaan waktu yang baik bagi mereka, bukanlah membuang waktu dengan sia-sia.&lt;br /&gt;Selagi kecil biarkanlah anak-anak untuk menikmati masa bermainnya tinggal kita orang tua yang mengatur bagaimana bermain yang tepat bagi anak. Biarkanlah anak-anak bermain, bermain lagi dan bermain lagi.... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Nieza Graha)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Munich Feb 2007&lt;br /&gt;Nieza Graha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-117092201941740444?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/02/bermain-dan-bermain-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-117066847774682749</guid><pubDate>Mon, 05 Feb 2007 09:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-22T14:27:00.283+02:00</atom:updated><title>Senyuman Rutin</title><description>Tepat pukul Delapan lewat limabelas menit saya sudah kembali ke rumah. Setelah sebelumnya mengantarkan Khalisha ke Kindergarten.&lt;br /&gt;Udara yang dingin di luar mengajak saya untuk segera kembali ke rumah dan menghangatkan tubuh dengan secangkir &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Latte Machiatto&lt;/span&gt; dan sepotong roti tawar dengan seiris keju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki rumah, napas saya sedikit terengah-engah, ya ketika memasuki rumah ada sedikit &lt;span style="font-style:italic;"&gt;aerobik&lt;/span&gt; yang saya lakukan dengan menaiki tangga appartement. &lt;br /&gt;Salah satu cara yang mudah dan murah untuk menjaga kelangsingan tubuh...:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah akhirnya saya sudah sampai kembali lagi ke rumah.&lt;br /&gt;Bergegas saya menuju dapur dan mempersiapkan teman penghangat di waktu pagi. Hmm...hangatnya membuat saya bersemangat menyongsong rutinitas hari ini. Musik yang mengalun dari radio yang baru saja saya nyalakan membuat saya bertambah semangat beraktivitas hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya berpikir atas aktivitas-aktivitas yang saya lakukan dalam rumah tangga ini. Berbagai pekerjaan yang sebagian besar adalah pekerjaan rutin yang kadang membuat bosan. Tetapi pekerjaan-pekerjaan itu seolah tidak menyadari kebosanan saya pada mereka. Kebosanan saya pada rutinitas dalam pekerjaan rumah tangga. Mereka selalu tersenyum ramah untuk minta segera di sentuh dan diselesaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di hati ini ada rasa malas dan sebal melihat senyuman rutin yang menanti itu. Ada rasa kesal dalam hati, mengapa pekerjaan ini tidak pernah berhenti dengan setia menanti diri saya, mengapa dia selalu menanti dengan senyumnya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha menolak senyuman mereka, menghindari dengan bersantai dan membuang waktu dengan hal-hal yang menyenangkan diri saya sendiri. &lt;br /&gt;Saya berusaha untuk tidak menyapa mereka. &lt;br /&gt;Tapi dengan cara begitu, mereka masih saja tetap tersenyum. Tersenyum mengajak saya untuk segera bergerak. Menggoda saya untuk segera menyelesaikan pekerjaan rutin di rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman itu selalu menanti dan tidak pernah berubah. Usaha untuk menghindar dari mereka tidak ada gunanya, karena mereka akan selalu setia menanti sampai saya tergerak untuk menyapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya pun selalu membalas senyuman rutin itu setiap hari dengan menyelesaikannya segera.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebuah senyuman rutin yang mengingatkan saya agar segera menyelesaikan pekerjaan rutin agar saya dapat melakukan aktivitas lain yang tidak membosankan.  (Nieza Graha)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-117066847774682749?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/02/senyuman-rutin.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-117058978062377645</guid><pubDate>Sun, 04 Feb 2007 11:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-22T14:21:11.929+02:00</atom:updated><title>Permainan Klasik yang Menarik</title><description>Bila udara di luar cerah, hampir setiap sore saya bersama dua buah hati saya yang manis-manis ini bermain di taman bermain yang ada dekat rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya perhatikan anak-anak sangat menikmati sekali bermain di tamah bermain ini.  Dan permainan yang ada pun hampir selalu sama di tiap taman bermain yang ada di kota ini, bahkan di negara-negara lain pun permainannya hampir selalu sama. Karenanya saya istilahkan dengan Permainan Klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir di setiap taman tempat bermain anak-anak ada permainan klasik yaitu permainan ayunan, papan meluncur (perosotan), papan jungkat jangkit.&lt;br /&gt;Permainan-permainan klasik yang ada di taman bermain ini melatih rasa percaya diri, keberanian dan daya reflek tubuh bagi si kecil.&lt;br /&gt;Permainan di kotak pasir adalah tempat bermain yang ideal, dalam rangka menciptakan  sebuah persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERMAIN DI TEROWONGAN (GORONG-GORONG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya terowongan (gorong-gorong) ini terbuat dari tanah liat, kadang ada pula yang terbuat dari kayu atau plastik. &lt;br /&gt;Di dalam terowongan biasanya gelap, disinilah dimulai sebuah pengalaman yang menarik dan luar biasa. Tiba-tiba si kecil akan merasakan sesuatu yang berbeda; dimana fungsi penglihatan tidak lagi bagus,  terdengar suara yang menggema didalam gorong-gorong itu, suara yang berbeda dan sangat asing.&lt;br /&gt;Bermain gorong-gorong ini mempertajam daya reflek dari tubuh. Mengapa saya harus membungkukkan badan ketika memasuki gorong-gorong ini? Bagaimana saya harus menggerakan badan agar bisa berjalan di dalamnya dan terus maju ke depan  sampai akhirnya kapan ujung dari terowongan  ini berakhir?&lt;br /&gt;Disamping itu masih ada lagi latihan otot dalam permainan ini seperti merayap, merangkak dan meluncur dalam usaha untuk bisa bergerak di dalam gorong-gorong untuk mencapai ujung akhir dari terowongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYUNAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berayun-ayun adalah permainan yang sangat menyenangkan. Anak-anak sangat senang sekali diayun-ayun. Sejak masih bayi anak-anak sangat senang sekali diayun-ayun, mereka merasakan nikmatnya berayun-ayun. &lt;br /&gt;Berayun di atas ayunan ini bukanlah sesuatu permainan yang mudah, diperlukan usaha untuk mendistribusikan berat badan, berayun ke depan maupun ke belakang. &lt;br /&gt;Kesulitan selanjutnya dalam bermain ayunan ini adalah bagaimana untuk memulai duduk diatas ayunan dan memulai untuk  bergerak?&lt;br /&gt;Untuk itu para petualang kecil di taman bermain pada awalnya menemui gerakan-gerakan  yang sulit dalam berusaha untuk berayun dan kemudian akhirnya mereka bisa mengerti. Kepala ditarik ke belakang ke arah tengkuk, kedua kaki ditegangkan dan bergerak berlawanan arah. Badan bagian atas ditekuk, kedua kaki menarik (mengencangkan).&lt;br /&gt;Perlahan-lahan ayunan akan berayun meninggi .&lt;br /&gt;Petualang kecil merasakan bahwa ini adalah sebuah pengalaman yang luar biasa, dimana dia dengan badannya merasakan dapat bergerak; sendirian dapat naik ke atas ayunan, tanpa jatuh ke bawah, ayunan yang semakin kuat dan perlahan meninggi, tetapi juga dapat kembali mengerem. Berayun sambil duduk, berdiri, berjongkok.&lt;br /&gt;Pertama kali dalam berayun akan merasakan ketegangan, takut jatuh, tidak bisa mengatur gerakan tubuhnya; semakin lama ditemukan gerakan yang tepat, selalu berayun semakin tinggi dan meninggi, dan pada titik tertinggi berhenti dan melompat serta akhirnya  mendarat di hamparan rumput. Sebuah perasaan yang hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAPAN MELUNCUR (PEROSOTAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papan meluncur (perosotan) yang tinggi membuat petualang kecil harus berusaha berani untuk naik ke atas agar bisa meluncur ke bawah.&lt;br /&gt;Setelah sampai di atas langkah pertama yang dilakukan jari-jari kecil adalah menggenggam papan meluncur itu dan duduk diatasnya.&lt;br /&gt;Anak-anak belajar mengkoordinasikan gerakan mereka dan berusaha untuk membawa badannya dengan rileks ke bawah dengan aman dan disamping itu bersiap pula akan bahaya meluncur seperti tersandung, jatuh dan merasakan sakit. &lt;br /&gt;Untuk bisa turun melalui papan perosotan ini si kecil harus mengumpulkan semua keberaniannya. Membawa badan yang kecil meluncur di papan perosotan.  Setelah beberapa   kali mencoba, anak-anak akan menemukan, bagaimana mereka dapat mengkontrol badannya:…Aha, saya harus pelan-pelan, jika saya akan mengerem bisa dengan sepatu saya..&lt;br /&gt;O..begini, saya merasa aman, jika saya dengan kepala menengadah turun kebawah… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIATAS PAPAN JUNGKAT JANGKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masih bayi, anak-anak menemukan keasyikan tersendiri untuk bergerak turun naik dalam buaian ayah atau ibunya. Mereka akan tertawa dengan riang, jika sang ayah menggendong mereka di pundak bermain kuda-kudaan. Dengan lemah lembut sang ibu pun mengajak sang bayi berayun dengan mengayukankan ke atas dan kebawah ketika menggendongnya.&lt;br /&gt;Pertama kali duduk di papan jungkat jangkit si kecil  harus memperhatikan teman bermainnya di sisi yang berlawanan dengan tempat duduknya. Dengan  matanya si kecil mengadakan  kesepakatan dengan teman di seberangnya.&lt;br /&gt;Pada awalnya si kecil melakukan usaha dengan menolak (mendorong) agar badannya bisa bergerak ke atas. Jika dalam bermain partner si kecil pada titik tertinggi mengambang (terkatung), toleransi dibutuhkan agar permainan berjalan, dan si kecil harus melakukan gerakan.  Jika salah satu merasa takut, yang lain bersemangat mendorong dari bawah,  papan jungkat jangkit itu akan bergerak naik turun. Mereka harus dapat mengendalikan papan itu dan juga mengendalikan kesombongannya.&lt;br /&gt;Bermain papan jungkat jangkit ini mengajari anak-anak  mengenai beban. Fungsi bermain yang terbaik, jika kedua anak mempunyai berat badan yang sama, atau bisa pula sang ibu duduk di sisi papan yang lain, mereka akan merasakan keseimbangan dan  kesenangan dengan papan jungkat jangkit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIKOTAK PASIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sekarang ini rasa persaudaraan dan sosial kontak anak-anak mulai berkurang. Anak-anak banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah, lebih menyukai menonton TV, bermain komputer, ataupun game elektronis lainnya. Karenanya si kecil akan merasa sulit untuk memulai sebuah pertemanan dengan sebayanya.&lt;br /&gt;Bermain di kotak pasir yang ada di taman tempat bermain adalah tempat yang ideal untuk belajar memulai sebuah pertemanan.&lt;br /&gt;Awalnya ibu atau ayah menemani si kecil bermain dan duduk di kotak pasir. Dan kemudian anak-anak akan mengembangkan diri sendiri dengan memulai sosial kontak dengan anak-anak lain yang ada di tempat itu.&lt;br /&gt;Si kecil mulai  mengadakan perjanjian untuk bermain lagi di hari lain, toleransi bersama dengan bermain bersama di dalam satu kotak, merepresentasikan opininya; apa yang akan dibuat dalam kotak pasir, tenggang rasa, mengimajinasikan ide temannya, menaati peraturan yang dibuat mereka dalam bermain.&lt;br /&gt;Di dalam kotak pasir itu si kecil mulai belajar kehidupan berinteraksi dengan orang lain. (Nieza Graha)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-117058978062377645?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2007/02/permainan-klasik-yang-menarik.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7997979.post-116186115160831954</guid><pubDate>Thu, 26 Oct 2006 11:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-10-28T14:15:40.336+02:00</atom:updated><title>Idul Fitri 1427 H</title><description>Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar!!.&lt;br /&gt;Gema takbir menyambut Idul Fitri bersahut-sahutan.&lt;br /&gt;Tapi sayang, malam takbiran di sini tidak ramai, karena memang tidak ada keramaian seperti di tanah air.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, seperti tahun-tahun sebelumnya, Masyarakat Indonesia di Muenchen mengadakan acara bersama-sama, yaitu sholat Ied dan berhalal bihalal bersama.&lt;br /&gt;Rasa sepi dan kangen akan keluarga di tanah air bisa agak sedikit terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sholat, mendengar khutbah Idul Fitri, bermaaf-maafan, ada juga makan bersama. Seperti biasa makanan yang dihidangkan adalah makanan khas lebaran, yaitu lontong opor...hmm lecker!. &lt;br /&gt;Ada berbagai atraksi panggung yang meriah oleh Masyarakat Indonesia di Muenchen. Anak-anak ada yang menari, bernyanyi, bermain musik. Pemuda dan bapak-bapaknya menari dan menyanyi, serta kelompok ibu-ibu juga tidak ketinggalan dengan suara emasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana lebaran disini lain dengan di tanah air. Kita merasakan hangatnya lebaran  tidak sehangat suasana di tanah air. Suasana di luar sangat biasa sekali dan seolah tidak ada yang istimewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di tahun ini di sekolah ada yang istimewa, tahun ini adalah pertama kalinya ada edaran khusus dari sekolah yang memberikan dispensasi murid yang muslim untuk tidak masuk sekolah di hari raya Idul Fitri, dan memberikan kesempatan untuk merayakannya. Alhamdulillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimana kita sekeluarga tetap menikmati hangatnya Idul Fitri dengan bahagia.  Insya Allah di tahun depan kita masih bisa merayakannya kembali. Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7997979-116186115160831954?l=niezagraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://niezagraha.blogspot.com/2006/10/idul-fitri-1427-h.html</link><author>noreply@blogger.com (niezagraha)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item></channel></rss>